Bagi mayoritas orang Indonesia “kalau belum makan nasi, namanya belum makan”. Pernyataan ini sering diutarakan karena banyak yang merasakan nikmatnya rasa kenyang setelah makan nasi, sementara dengan makanan lainnya, perut rasanya belum kenyang secara maksimal.

Namun, secinta-cintanya perasaan orang terhadap nasi, pasti ada kalanya rasa bosan melanda. Walaupun banyak lauk yang bisa dipadukan dengan nasi dan walaupun nasi memiliki banyak macam seperti nasi merah, nasi goreng, dan sebagainya, tetap saja perasaan bosan tidak mau pergi. Rasanya pasti ingin mengkonsumsi makanan lain yang tentunya mempunyai efek yang sama dalam memberikan rasa kekenyangan. Kentang, ubi, oatmeal, dan masih banyak lagi.

Karbohidrat yang menjadi pilihan utama kebanyakan orang sebagai pengganti nasi adalah mi, terutama mi instan karena selain rasanya yang enak, pembuatannya juga praktis. Tidak hanya dimakan sebagai pengganti nasi, banyak orang juga yang lebih menggemari mi daripada nasi sehingga terkadang dari pagi sampai malam penggemar makanan berkarbohidrat yang berbahan dasar tepung terigu (gandum) dapat makan mi terus menerus. Namun, apakah bahwa pengkonsumsian mi instan ini harus dikontrol untuk menjaga tubuh agar tetap sehat ?

Walaupun merupakan makanan berkarbohidrat, kandungan serat dalam mi sangat minim sehingga akan diserap dan dijadikan lemak. Hal ini dapat meningkatkan risiko terserangnya obesitas yang dapat menyebabkan sumbatan pada jantung, diabetes, dan lainnya. Selain itu, mi instan juga dilengkapi dengan bumbu yang mengandung MSG. Seperti yang sudah diketahui oleh kebanyakan orang, terlalu banyak mengkonsumsi MSG berdampak negatif pada kesehatan. Apakah ini berarti sebaiknya tidak mengkonsumsi mi lagi terutama mi instan ? Tentunya tidak.

Mulailah mengontrol pengkonsumsian mi, yaitu sebaiknya sebatas 3 sampai 4 kali dalam 1 minggu. Selain itu, karena seratnya dalam mi sangatlah minim, sebaiknya tambahkan berbagai makanan lainnya yang merupakan sumber serat seperti kol, sawi, wortel atau makanan berprotein seperti telur, udang, atau ayam saat dikonsumsi,

Dengan begitu, pengkonsumsian mi yang sudah dikontrol dapat tetap menjaga kesehatan tubuh kita loh Vilovers 🙂