Saat melihat anak kecil menggunakan kacamata apa perasaan Vilovers ? Tergantung kacamata apa ya yang dimaksud ? Jika kacamata hitam tentu saja anak kecil terlihat lucu. Bagaimana jika dengan kacamata minus ?

Pasti suka merasa kasihan jika melihat anak kecil sudah menggunakan kacamata minus. Kecil-kecil sudah harus membawa dan menggunakan kacamata kemana-mana dan jika tidak anak akan mengalami kesulitan melihat. Mendengarnya saja sudah kasihan apalagi jika ini terjadi pada orang yang berada di dekat Vilovers ? Tidak ada orang tua juga yang menginginkan anaknya memiliki mata minus, oleh karena itu banyak orang tua yang menyajikan berbagai macam sayuran terutama wortel yang dipercaya dapat membuat mata menjadi lebih sehat pada anaknya agar matanya terbebas dari minus.

Penelitian menunjukan bahwa jumlah anak yang menderita miopi (mata minus pada anak) mencapai 60%. Tahukah Vilovers bahwa anak yang berusia 11 sampai 16 tahun sangat rentan terkena rabun jauh ini ? Saat anak sudah mengalami kesulitan melihat benda-benda yang letaknya lumayan jauh, menonton TV serta membaca buku dari jarak dekat, ketegangan mata, mata berair hingga sakit kepala ada kemungkinan anak mengalami miopi. Saat orang tua melihat gejala ini pada anak, lebih baik orang tua langsung membawa anak ke dokter mata dan melakukan pengecekan rutin selama 3 bulan sekali agar kondisi anak tidak semakin memburuk.

Langsung saja kita bahas mengenai cara yang ampuh untuk mencegah mata minus pada anak. Sebab, seperti yang beberapa orang tahu, menyuguhkan wortel pada anak setiap hari pun belum tentu merupakan cara yang efektif tanpa melakukan cara yang lain.

Jarak mata anak dengan buku minimal 30 centimeter dan jarak mata anak dengan layar televisi maupun komputer atau laptop sebaiknya sejauh minimal 2 meter. Selain menjaga jarak, durasi pun juga harus dijaga, jangan sampai membaca atau menonton pada layar gadget terlalu lama dilakukan sehingga berdampak mata. Pastikan anak beristirahat setiap 30 menit setelah membaca atau menonton. Atur cahaya pada kamar anak dengan penerangan yang tepat yaitu tak terlalu silau maupun terlalu gelap. Selain itu, pastikan anak juga memiliki kursi di kamar agar dapat melakukan segala aktivitas dengan postur tubuh yang benar.

Untuk merangkum, pastikan anak tidak terlalu sering berada di depan layar gadget, jangan sampai anak kekurangan cahaya serta pastikan anak selalu dalam postur yang tepat.