Diet Mediterania

//Diet Mediterania

Diet Mediterania

Dari sekian banyaknya ragam diet, masih saja bermunculan tren diet yang selalu baru di hampir setiap tahunnya. Mulai dari diet Mayo, Ketogenik, Ketofatosis, vegetarian dan masih banyak lagi. Namun di penghujung tahun 2018 dan diprediksi akan menjadi tren di 2019, hadir tren diet baru, yaitu Diet Mediterania.

Diet Mediterania merupakan diet yang fokus pada makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Diet ini sangat jarang mengonsumsi gula dan tepung, lemak, dan daging. Sumber protein berasal dari ikan, telur, susu, dan unggas.

“Diet ini tidak memberi tahu Anda apa yang harus dimakan dan tidak makan. Ini adalah gaya hidup yang mendorong konsumsi semua kelompok makanan tetapi memberi bobot lebih pada yang memiliki manfaat kesehatan paling besar,” kata ahli diet Rahaf Al Bochi, dikutip dari CNN.

Awal 2019 jadi saat yang tepat bagi Anda untuk memulai gaya hidup sehat dengan diet Mediterania. Dibandingkan 40 jenis diet lainnya, diet ini paling mudah dijalani. Berikut tips mudah memulai diet Mediterania.

Fokus pada makanan nabati

Diet ini mengonsumsi makanan yang berasal dari tanaman seperti buah, sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Makanlah beragam jenis sayuran untuk mendapatkan nutrisi yang beragam pula bagi tubuh. Masaklah sayuran ini dengan menggunakan minyak zaitun murni.

Sebagai saran, jangan gunakan minyak kelapa dan minyak kelapa sawit. Pasalnya, meski berbahan nabati, kedua jenis minyak itu mengandung lemak jenuh yang tinggi dan akan meninggalkan kolesterol jahat.

Pada diet Mediterania, ikan dan makanan laut dikonsumsi setidaknya dua kali seminggu. Sementara keju dan yogurt dikonsumsi setiap hari.

Ayam dan telur dalam porsi sedang boleh dikonsumsi. Namun, Anda disarankan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi daging dan makanan berpemanis.

Protein
Untuk memaksimalkan manfaat dari diet Mediterania, sumber protein adalah kunci. Anda tak perlu makan daging atau ayam setiap hari. Kacang-kacangan seperti buncis dan lentil merupakan sumber protein yang baik, serta mengandung serat, vitamin, dan antioksidan.

Protein dari ikan yang kaya omega-3 seperti salmon atau tuna mesti dikonsumsi sebanyak dua porsi ikan dalam sepekan.

Sebenarnya tak ada larangan untuk daging. Namun, jika Anda menginginkannya, makanlah dalam jumlah sedikit. Untuk menyiasatinya, gunakan potongan kecil daging merah dan ayam sebagai campuran sayur untuk tumisan.

 

 

By | 2019-02-15T20:48:46+00:00 Februari 8th, 2019|Artikel|0 Comments

Leave A Comment