210-260 practice exam 400-101 exam knowledge AWS-SYSOPS answer analysis 400-051 exam questions

Let’s Play Outside like in the 90’s – Vicenza Indonesia
//Let’s Play Outside like in the 90’s

Let’s Play Outside like in the 90’s

 

Jika kembali ke masa 90’an, anak-anak tidak punya pilihan untuk bermain dengan teknologi atau gadget, itu sebabnya sebagian besar dari mereka justru lebih bahagia menghabiskan waktu playing outside. Anak-anak juga cenderung lebih sering terluka kaki atau tangannya saat bermain di luar dibandingkan sekarang. Anak-anak 90an bahkan tidak takut matahari dan menantangnya bersama-sama dengan canda tawa. Permainan-permainan ini yang biasa dilakukan ketika sepulang sekolah, mungkin Vilovers pernah mengalaminya?

Lompat Tali

Permainan lompat tali memang sangat populer bahakan sampai sekarang. Berbagai variasi bisa dikembangkan antara lain mengatur ketinggian tali dan kita melompatinya, melompat dengan 1 kaki, melompat dengan dengan 2 tali yang diayunkan, dll. Permainan ini membutuhkan stamina dan kekuatan kaki, disamping itu juga membutuhkan kerjasama yang baik antar teman sepermainan.

Gobak Sodor

Gobak Sodor adalah permainan ketangkasan dan kelihaian. Cara permainan ini adalah dibentuk 2 regu yang terdiri dari tim penghalang dan tim penyerang. Lahan untuk permainan ini berbentuk segi empat 9 x 4 meter yang dibagi menjadi 6 bagian. Tim penghalang dipersilahkan untuk menghalangi lawan secara horisontal dan vertikal asal salah satu kaki tetap menginjak garis, sedangkan tim penyerang berusaha melewati garis tanpa tersentuh tim penghalang. Apabila tersentuh maka posisi tim berganti dan apabila tim penyerang berhasil melewati garis maka tim terbebut menang.

Engklek

Permainan ini membutuhkan kekuatan kaki dan konsentrasi. Engklek dimainkan oleh 2 sampai 5 orang yang bergantian. Cara bermainnya dengan menggambar sembilan kotak-kotak di latar. Kotak yang terdiri dari tiga buah kotak horizontal, lalu disambung tiga kotak vertikal, setelah itu tambah satu kotak diatasnya dan terakhir dua kotak dihorizontal. Satu persatu pemain melompati kotak tersebut dari awal hingga terakhir. Melompatnya harus menggunakan satu kaki, jika kaki terjatuh maka harus menaruh batu disalah satu kotak terakhir sebagai tanda untuk mengawali giliran.

Gundu atau Kelereng

Hanya anak-anak yang lahir pada zaman dahulu yang pernah dan mengenal permainan ini. Gundu meupakan kelereng yang bentuknya seperti kaca bening dan biasanya yang memainkan ini adalah anak laki-laki. Untuk memainkan permainan ini cukup mudah karena hanya menyentil kelereng yang kita punya dan harus mengenai kelereng lawan.

Jika ada beberapa gundu yang kena dengan gundu kita, maka gundu lawan akan menjadi milik kita. Permainan ini bisa dilakukan oleh dua orang sampai tujuh orang. Saat ini sudah jarang yang memainkan permainan gundu karena sudah jarang juga yang membuat gundu, sehingga jarang sekali kita bisa menemukan penjual gundu.

 

 

By |2018-11-08T02:53:47+00:00Desember 7th, 2018|Artikel|0 Comments

Leave A Comment