Ternyata, banyak sekali beredar mitos mengenai nutrisi dalam makanan lho. mitos-mitos tersebut kerap dipercayai oleh sebagian orang, sehingga mereka salah kaprah dalam menanggapinya. Padahal, mitos tanpa adanya hasil penelitian yang pasti tidak bisa dijadikan sebuah landasan. Lalu, apa saja mitos yang beredar tersebut?

Gula Tidak Baik Untuk Tubuh Kita

Ketika seseorang mengonsumsi gula dalam jumlah yang berlebihan, maka itu tidak baik untuk tubuh. Namun, bukan berarti manusia tidak butuh gula lho. Ternyata, gula dapat menyumbangkan energi yang besar untuk tubuh kita. Hanya saja, kita harus membatasi dalam mengonsumsi gula, karena kalau berlebihan, metabolisme tubuh dapat terganggu.

Lemak Bikin Gemuk!

Lemak selalu dihubung-hubungkan dengan berat badan. Padahal, lemak bukan lah satu-satunya faktor yang dapat mempengaruhi berat badan. Kita lihat dari salah satu program diet, yaitu diet keto. Diet keto menerapkan pola makan tinggi lemak, namun rendah karbohidrat. Efeknya, orang yang menjalani diet keto dapat menurunkan berat badannya.

Protein Merusak Ginjal

Salah satu penelitian menyebutkan bahwa makanan yang kaya akan protein dapat menurunkan tekanan darah, yang merupakan salah satu faktor terkena gagal ginjal. Hal itu membuktikan, bahwa tidak serta merta protein dapat merusak ginjal. Walaupun tidak dapat dipungkiri kalau pengidap penyakit ginjal dianjurkan menghindari protein, namun bukan berarti orang dengan ginjal yang normal juga harus menghindarinya.

Itulah beberapa mitos yang dipercaya oleh sebagian orang mengenai nutrisi, padahal kebenarannya tidaklah valid. Nutrisi dalam makanan sebenarnya baik untuk keberlangsungan hidup, namun memang harus sesuai porsinya, tidak boleh berlebihan. Semoga artikel ini bermanfaat. Hidup akan lebih sehat bersama Vicenza.