Pukul 10 pagi, 74 tahun yang lalu, sebuah pristiwa yang tidak akan bisa dilupakan oleh bangsa kita terjadi. Proklamasi dibacakan dengan lantang oleh Soekarno di rumahnya, yaitu di Jl. Pegangsaan Timur No.56, disaksikan oleh masyarakat Indonesia. Pada detik itu juga, Indonesia dinyatakan telah merdeka dan bebas dari segala macam bentuk penjajahan.

Pada saat itu, Jepang masih merahasiakan bahwa pihaknya telah menyerah kepada pihak sekutu. Pada awalnya pun, Soekarno dan Hatta menolak untuk membacakan proklamasi pada tanggal tersebut. Namun, golongan muda mendesak Soekarno dan Hatta sampai membawa mereka untuk berdiskusi ke Rengasdengklok. Akhirnya Soekarno sebagai perwakilan dari golongan tua menyanggupi untuk melakukan proklamasi keesokan harinya.

Gegap gempita yang dirasakan seluruh masyarakat Indonesia saat itu sangat dalam. Bertahun-tahun dijajah oleh bangsa asing, kemudian semuanya menghilang dan digantikan dengan kebebasan seutuhnya. Tidak bisa dibayangkan perasaan mereka saat itu.

Setelah hampir satu abad merdeka, tanggal 17 agustus selalu menjadi tanggal keramat bagi warga Indonesia. Setiap tanggal tersebut tiba, seluruh Indonesia akan memeriahkannya dengan berbagai macam kegiatan, mulai dari upacara bendera, sampai acara perlombaan. Inti sebenarnya dari perayaan hari kemerdekaan Indonesia tersebut adalah, mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur, karena mereka telah memperjuangkan kemerdekaan untuk kita semua.

Keluarga Besar Vicenza mengucapkan, selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74. Semoga Indonesia akan semakin maju!