Berdasarkan Survei Persepsi Risiko COVID-19 DKI Jakarta yang telah diselenggarakan di Nanyang Technology University, warga DKI ternyata dinilai memiliki Risk Perception Index yang rendah serta cukup merasa percaya diri tidak akan tertular COVID-19 di ruang publik yang tertutup.

Apakah ini benar ? Apa benar risiko penularan COVID-19 memang lebih rendah di ruang yang tertutup ? Ruang publik tertutup ternyata merupakan ladang persebaran COVID-19 paling cepat dan masif. Tempat ini merupakan risiko penularan tertinggi jika dibandingkan dengan beberapa tempat lain. Oleh karena itu, protokol VDJ pun diterapkan. Apa itu protokol VDJ ?

  1. Ventilasi ruangan yang buruk
  2. Durasi pertemuan lebih dari 15 menit
  3. Jarak antara orang berdekatan kurang dari 2 meter

Ini dia perbandingan antara keyakinan warga DKI tidak akan tertular virus di beberapa tempat publik tertutup dengan kenyataan yang terjadi :

  1. 31% warga DKI yakin tidak terinfeksi di transportasi umum, pada kenyataannya di Wuhan, China, seorang wanita tanpa gejala naik bus yang berisi 66 penumpang di mana ruang bus kecil tersebut tertutup ventilasi menyebabkan penyebaran virus yang semakin kuat. Wanita tersebut kemudian baru merasa tak enak badan sesampainya di rumah dam 24 orang dari 66 orang di bus tercatat positif COVID-19. Oleh karena itu pastikan ventilasi transportasi umum tetap baik dengan adanya pertukaran udara.
  2. 33% warga DKI yakin tidak terinfeksi di tempat hajatan, pada kenyataannya ada acara akad di Semarang yang di mana ada 30 orang yang hadir tanpa menerapkan protokol yang ketat. Setelah 3 hari kemudian, adik mempelai perempuan meninggal dunia, keesokan harinya Ibunya menyusul tutup usia dan ada sejumlah 10 orang tercatat positif COVID-19.
  3. 41% warga DKI yakin tidak terinfeksi di tempat sekolah, bekerja, dan kuliah, pada kenyataannya studi terbaru di Wuhan dan Shanghai, China, menyatakan bahwa sekitar 33% anak rentan terinfeksi COVID-19 dikarenakan anak-anak 3 kali lebih sering melakukan kontak dari pada orang dewasa. Di Prancis, ada 30 kasus positif COVID-19 setelah sekolah dibuka.
  4. 56% warga DKI yakin tidak terinfeksi di tempat ibadah, pada kenyataannya ada sebanyak 5.080 orang tercatat positif COVID-19 di Gereja Shincheonji di mana klaster ini berkontribusi besar terhadap peningkatan kasus COVID-19 di Korea Selatan.

Masih tidak percaya ? Sebaiknya kita tetap berhati-hati.