Selain dapat mengganggu aktivitas banyak orang, banjir yang merupakan salah satu bencana alam akibat curah hujan yang tinggi ini juga memiliki banyak dampak negatif lainnya yang dapat merugikan banyak orang. Dampak negatif yang banyak ditakuti orang adalah banyaknya penyakit yang rawan menjangkiti para korban banjir. Penyakit-penyakit ini pun bervariasi mulai dari yang ringan hingga yang mematikan.

Mungkin beberapa penyakit yang familiar bagi kita sebagai penyakit yang rentan terjadi pada korban banjir tidak jauh dari malaria atau demam berdarah yaitu penyakit yang berawal dari nyamuk. Nyamuk dapat berkembang biak dengan mudah pada saat banjir karena air yang menggenang saat banjir dapat menjadi tempat yang tepat untuk perkembang biakan nyamuk. Namun, selain kedua penyakit ini, ada juga penyakit lain yang dapat menyerang para korban banjir.

Penyakit yang paling umum terjadi atau paling umum menjangkit korban banjir adalah penyakit kulit. Bagaimana penyakit kulit ini terjadi ? Penyakit ini dapat terjadi karena bakteri E. Coli yang dibawa oleh air banjir. Bagaimana cara mengetahui bahwa diri telah terjangkit penyakit kulit dari air banjir ? Periksalah kulit kita, jangan sampai ada bercak-bercak merah pada kulit yang rasanya gatal. Jika memang ada bercak-bercak merah yang terasa gatal ini, segeralah periksa ke dokter untuk langsung ditangani sebelum bercak merah tersebut melebar dan menyebar ke bagian kulit lainnya.

Selain penyakit kulit, penyakit lainnya yang dapat menjangkit korban banjir adalah ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Penyakit ini dapat terjadi karena infeksi yang menyerang saluran pernapasan kita yaitu hidung, paru-paru, dan tenggorokan. Jangan sepelekan gejala umum seperti flu, batuk, ataupun demam karena jika penyakit ringan ini juga disertai dengan sesak napas, hal ini bisa menjadi gejala dari penyakit ISPA. Penyakit ini pun juga dapat terbilang menjadi penyakit yang rentan terjadi pada korban banjir karena penularannya yang mudah yaitu melalui darah, air liur, bahkan udara.

Selain malaria dan demam berdarah yang tergolong sebagai penyakit mematikan, diare yang dapat terjadi karena kontaminasi bakteri banjir yang terbawa ke dalam makanan juga dapat menjadi penyakit yang mematikan. Sakit perut singkat, BAB tidak terlalu encer yang intensitasnya tinggi disertai dengan darah dan lendir serta  kram perut hebat merupakan beberapa gejalanya. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa setiap tahun ada hampir 2 juta anak di bawah usia 5 tahun meninggal akibat diare, oleh karena itu, penyakit ini pun tidak dapat diremehkan. Jaga kesehatan ya Vilovers 🙂